Salah satu keuntungan -kalo boleh saya mengatakan demikian- belajar di Timur Tengah adalah kesempatan untuk melihat peninggalan perjuangan Islam di zaman Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat. melihat langsung kekayaan khazanah dan Peradaban Islam (tsarwah) merupakan salah satu hal yang harus kita syukuri, mengingat kita diwarisi agama yang mau tidak mau harus kita biji jempol ajarannya.
Di Yordania ada makam Nabi, sahabat dan beberapa tempat peninggalan Islam yang bisa kita ziarahi. dari golongan Nabi, ada Nabi Syu'aib, Nabi Yusa' dan beberapa maqam (tempat berpijak) para nabi, termasuk tempat berlindung Nabi Muhammad beserta paman beliau dalam perjalanan berdagang menuju Syam. Dari golongan sahabat ada banyak sekali nama2 yang dimakamkan di sini, sebut saja, sahabat Mu'adz bin Jabal, Bilal bin Rabah, Ja'far bin Abi Thalib, Zaid bin Kharitsah, Abdullah bin Umar dan masih banyak lagi yang lainnya. Sedangkan tempat peninggalan bersejarahnya, sebut saja, Karak castle (benteng karak), sebuah benteng yang digunakan berlindung oleh mujahidin Islam sewaktu jihad fi sabillillah melawan Romawi, Petra dan lain2. (Foto di karak castle).
20 November 2008
ziarah ke makam sahabat
Diposting oleh M. Riza Aziziy Hisyam di 15.53 1 komentar
belajar "alhamdulillah" (lagi)
alhamdulillah.. akhirnya bisa memperbarui postingan juga.
mohon maaf sebelumnya kepada sohib2 sedoyo. maklum, di sini saya harus berkeringat2 dulu menyesuaikan howo, lebih2 parfum cewek2 yordania he... satu kelebihan cewek di sini yang tidak saya temukan di Indonesia, yaitu, parfumnya tetap wangi tanpa harus menyengatkan hidung cowok2 yang berpapasan dengan mereka ha...(sepindah maleh ngapuntene engkang katah nggeh)
alhamdulillah.. sejak bulan september persisnya tanggal 14 september, pengembara dari dusun blokagung ini sudah ngicipi kuliah di luar negeri, khususnya di tanah arab, lebih khusus di salah satu dari tiga negara Syam, yaitu Yordania, negara kecil dengan penduduk +- 7 juta jiwa, dengan mayoritas penduduknya berasal dari palestina. Perlu jenengan ketahui sedoyo bahwa Yordania adalah salah satu dari tiga negara di wilayah Syam, yaitu, Lebanon, Syria dan Yordania sendiri. Dan yang perlu jenengan2 ketahui lagi, negara2 di wilayah Syam ini cewek2nya terkenal sebagai fotocopynya surga, alias u..ayu2 termasuk di tempat di mana saya tinggal, yaitu di kota irbid yang hanya +- 15 menit saja untuk menginjak perbatasan Syria. Bahkan yang saya ketahui dari hasil jagongan dengan salah satu mahasiswa dari daerah perbatasan tersebut, sebenarnya, mbah2nya Syria dan Yordania itu satu, hanya negaralah yang memisahkan mereka.
Alhamdulillah yang terakhir.. saya bisa belajar di Universitas Yarmouk, salah satu dari 5 Universitas terkemuka di Yordania, yaitu Univ. Urduniyah, Univ. Mu'tah, Univ. Al Al-Bayt, Jordan University For Science and Technology (JUST) dan Univ Yarmouk sendiri. Di Univ ini, selain tentunya bersyukur karena bisa menikmati pemandangan fotocopynya surgo setiap kali menginjakan kaki keluar rumah, saya juga bisa mengenal bagaimana sebuah perguruan tinggi berkembang dengan memusatkan perjuangannya pada masjid. Hampir setiap detik, setiap menit dan setiap jam masjid jami'ah (nama akrab masjid univ) tidak pernah sepi dari lalu lalang mahasiswa dan masyarakat yang sholat berjama'ah, membaca al-qur'an dan buku2 pengetahuan lainnya. bahkan setiap 3 malam yaitu, malam senin, malam rabu dan malam kamis diselenggarakan pengajian2 yang berbeda, yaitu, tafsir, hadits dan fiqh. (Foto di bundaran Jami'ah bersama teman dari Yaman dan Aljazair).
Diposting oleh M. Riza Aziziy Hisyam di 14.42 2 komentar
08 Agustus 2008
Diposting oleh M. Riza Aziziy Hisyam di 19.28 3 komentar
30 Juli 2008
cerita dari jordan
urdun, begitulah masyarakat di negara ini menyebut negaranya, yang oleh masyarakat kita lebih akrab dipanggil dengan Jordan. Pagi itu sabtu tanggal 12 juli pukul 7.30 waktu Dubai saya terbang dari bandara internasional dubai menuju Amman, ibukota Jordan. Rencananya penerbangan tersebut akan memakan waktu krg lebih 2,5 jam. uhh.. capeknya, itulah yang terlintas di kepalaku sesaat sebelum take-off (take-off iku mabur rek he....) setelah membuka selembar kertas tiket yang kemana2 selalu aku tenteng itu. padahal tau gak? semalaman aku dah terbang mulai dari jakarta menuju dubai dan baru sampe jam 6.30 pagi waktu Dubai. batinku" biyuh mambengi wes kuuuesel sek ditambah 2,5 jam engkas".
Singkat cerita, pukul 9 aku persis di atas negara Jordan dan waktu menunjukan bahwa 20 menit lagi aku akan landing (landing kui sama dengan meduk yo) di Amman. Satu hal yang waktu itu terbayang dipikiranku, "menjadi Indonesia adalah sebuah karunia terindah di dalam hidupku". Gersang, panas dan penuh padang pasir, itulah Jordan yang aku lihat dari udara. Sebuah kesan yang sama sekali tidak terlintas di pikiranku. Tapi ya udahlah, apapun itu aku udah terlanjur di negara yang kurang lebih hanya berpenduduk lima juta-an ini. Aku harus krasan, betah dan kembali ke visi awalku. Akhirnya tepat pukul 9.20 aku landing di Bandara Internasional Amman Jordan dalam keadaan sehat wal afiat. Setengah jam kemudian aku keluar di bandara dan persis di tempat penjemputan dua orang pemuda menghampiriku, "Reza ya? tanya salah seorang di antara mereka", aku pun mnjwb "kok tau?" "bau Indonesia kan kerasa banget he...", jawab salah seorang di antara mereka, yang ternyata namanya adalah Rizqi anak jakarta. "ooo....asem batinku!". Akhirnya bersama-samalah kita menuju sekertariat Himpunan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Jordan (HPMI) di kota Sweileh Amman. Bersambung disek yo....
Diposting oleh M. Riza Aziziy Hisyam di 08.11 6 komentar
Label: Dari Dubai ke Amman
29 Juli 2008
KH. Mukhtar Syafaat
Diposting oleh M. Riza Aziziy Hisyam di 22.40 1 komentar
